Moderasi Beragama Di Ruang Publik Dalam Bayang-Bayang Radikalisme

Penulis

  • Nazar Naamy Universitas Islam Negeri Mataram Penulis
  • Ishak Hariyanto Universitas Islam Negeri Mataram Penulis

DOI:

https://doi.org/10.20414/evq6ac37

Kata Kunci:

Moderasi Beragama, Ruang Publik, Radikalisme

Abstrak

Moderasi beragama dan saling mencintai menjadi cita-cita manusia di dunia ini, karena itu jejak yang paling dasar dalam diri manusia. Maka dari itu, kita harus membenci kekerasan atas nama apapun, baik itu agama, dan kemanusiaan. Manusia harus saling menghargai, menerima, menghormati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Kekerasan atas nama agama sering dijadikan alat legitimasi aksi dan reaksi kekerasan, baik radikalisme maupun terorisme oleh para pengusungnya. Kemunculan gerakan radikalisme dan terorisme yang didorong oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Hal ini dapat ditelusuri dari gejala radikalisme di masyarakat, yang ditandai dengan adanya kecenderungan individu maupun kelompok untuk menafsirkan teks secara leterlek serta mengabaikan konteks, ingin penegakan syari’ah, dan cenderung intoleransi terhadap sesama manusia. Dalam artikel ini, penulis menawarkan bahwa moderasi beragama harus hidup di ruang publik, meski dibayang-bayangi oleh radikalisme. Meskipun dalam bayang radikalisme, moderasi beragama harus menjadi jalan keluar di tengah masyarakat yang pluralis dan harus diangkat pada ruang publik sebagai ruang demokratis, yang mana warga negara dapat menyatakan opini, kepentingan, dan kebutuhan mereka secara diskursif. Berkomunikasi mengenai kegelisahankegelisahan politisnya, bebas menyatakan sikap, dan argumen, terlibat dalam membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan bersama, bukan ditentukan oleh satu individu; Presiden, Tuan guru, Pejabat, Pendeta, Dan Kepala Suku. Ia bersifat bebas dari pengaruh siapapun termasuk pemerintah dan harus mudah diakses oleh semua anggota masyarakat. 

Referensi

(http://finance.detik.com/read/2014/03/06/134053/2517461/4/nega

ra-dengan-penduduk-terbanyak-di-dunia-ri-masuk-4-

besar. 06/03/2014 15:04 WIB, diunduh Jum’at 18 September

2014).

AR, Solikin, H. Nur, Agama dan Problem Mondial Mengurai Dan

Menjawab Problem Kemasyarakatan (Yogyakarta: Pustaka

Pelajar, 2013).

Dale F. Eickelman, Islam dan Pluralism, Dalam Bassam Tibi, et al,

Etika Politik Islam“Civil Society, Pluralism, dan

Konflik”(Jakarta: ICIP, 2005).

___________, Muslim Politics (United States of America by

Princeton University Press, 1996).

Fairclough, Norman, Discourseand Social Change, (Cambridge: Polity

Press, 1992).

Gole, Nilufer, “Public Space Democracy” disadur dari

www.eurozine.com pada 20 Oktober 2021.

_________-, “The Forbidden Modern Civilization and Veiling”

(USA: The University of Michigan Press, 1996).

Habermas, Jurgen, The Structural Transformation of The Public

Sphere, An Inquiry IntoA Category of Bourgeois Society,Terj.

Yudi Susanto (Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2007).

Hamdi, Saipul, Nahdlatul Wathan di Era Reformasi Agama, Konflik

Komunal dan Peta Rekonsiliasi (Yogyakarta: KKS Jogjakarta

dan Nawa Institute Kalimantan Timur, 2014).

Hardiman, Budi, Fransisco, Ruang Publik (Yogyakarta: Penerbit

Kansius, 2010).

Hasan, Noorhaidi, Islam Politik di Dunia Kontemporer; Konsep,

Geneologi dan Teori” (Yogyakarta: Suka Press, 2012).

Hefner, W. Robert, dalam buku Mengelola Keragaman dan

Kebebasan Beragama di Indonesia: Sejarah, Teori dan

Advokasi, Program Studi Agama dan Lintas Budaya; Center

for Religious and Cross-cultural Studies (Sekolah Pascasarjana,

Universitas Gadjah Mada, 2014).

Hoexter, Miriam dkk, The Public Sphere in Muslim Societies (State

University of New York Press, 2002).

Huntington, P. Samuel “The Clash of Civilization-Or, the West

Against the Rest, Foreign Affairs” 1993.

Putrawan, Agus Dedi, “Diskriminasi Kaum Ahmadiyah di Lombok

NTB Analisis Nasionalisme Elnest Gellner” Jurnal Komunitas

(Volume 7, Nomor 2, Desember 2015).

_____________, “Publik Islam dan Masa Depan Demokrasi di

NTB” Jurnal Komunitas (Volume 7, Nomor 1, Juni 2015).

Qodir, Zuly, “Peran Ulama Mempertahankan NKRI dan KeIndonesia-an”, Makalah Disampaikan pada Seminar

Nasional “Peran Ulama Menyelamatkan Indonesia” dalam

rangka Hut Fakultas Dakwah, 11/11.2014.

Salvatore, Armando dan Eickelman, James, Public Islam and the

Common Good (Leiden: Boston Brill, 2004).

Zuhdi, Harfin, M. Kontra Radikalisme & Terorisme: Counter Terhadap

Ideologi Radikal (Mataram: Sanabil, 2016).

Diterbitkan

2021-12-30