Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Politik dan Agama dalam Kebijakan Publik: Tinjauan atas Dugaan Larangan Pemakaian Hijab Paskibraka Putri 2024

Abstract

Dalam hal dugaan larangan pemakaian hijab bagi anggota Paskibraka putri tahun 2024, relasi politik dan agama sangat penting. Di mana, kebijakanpublik yang berkaitan dengan ekspresi agama harus mempertimbangkan hak asasi manusia, termasuk kebebasan beragama, yang diakui dan dilindungi oleh konstitusi Indonesia. Artikel ini bertujuan (1) mengidentifikasi tanggapan pemerintah dan kelompok keagamaan dan terhadap kebijakan tersebut; (2) menganalisis bagaimana hukum agama Islam; dan (3) mendeskripsikan solusi atas polemik dalam konteks demokrasi Indonesia. Penelitian ini adalah kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Diskusi dalam penelitian ini, yaitu: Pertama, larangan ini dianggap menimbulkan kontroversi karena dianggap melanggar kebebasan beragama dan hak perempuan Muslimah, yang menyebabkan sikap diskriminatif, kontradiktif, dan kebijakan yang tidak sesuai dengan Pancasila. Kedua, kewajiban penggunaan hijab sebagaimana tertulis dalam QS. Al-Ahzab: 59, dan HR. Abu Dawud. Bahwa, perempuan Muslimah diharuskan mengenakan hijab saat keluar dari rumah. Ini dilakukan untuk menutup aurat dan dapat membantu dalam ketaatan agama, identitas keagamaan, dan perlindungan diri dari orang lain. Ketiga, beberapa solusi atas permasalahan tersebut yaitu, memberikan kebebasan dalam menganut beragama; memberikan ruang dialogyang inklusif; memberikan penegakan prinsip non-diskriminasi; dan menciptakan prinsip berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Supaya kebijakan yang ditetapkan menjaga harmoni, keadilan, dan persatuan dalam keberagaman masyarakat.

Keywords

agama, politik, kebijakan publik, penggunaan hijab, paskibraka 2024

PDF

References

  1. Alawiyah, S. (2020). Adab Berpakaian Wanita Muslimah Sesuai Tuntunan Syariat Islam. Rayah Al-Islam, 4(02), 218–228. https://doi.org/10.37274/rais.v4i02.338
  2. Alawiyah, T. (2024). Metodologi Studi Islam: Pendekatan Kontemporer dan Tradisional. Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
  3. Amalia, A., Utami, H. A., Munawir, M., & Rozi, A. F. (2022). Jilbab Perspektif Quraish Shihab (Studi Komparatif Tafsir Tulis dan Lisan). Arfannur, 2(3), 157–174. https://doi.org/10.24260/arfannur.v3i2.663
  4. Ameliya, T. M. (2024). Komisi IX DPR sayangkan dugaan larangan Paskibraka pakai jilbab. Antara News: Kantor Berita Indonesia. https://www.antaranews.com/berita/4260207/komisi-ix-dpr-sayangkan-dugaan-larangan-paskibraka-pakai-jilbab
  5. Annisa Fitri, Hapni Laila Siregar, Ahmad Naufal Habibi Lubis, Aulia Eka Putri, Nabilah Asy-Syifa, & Siti Wulandari. (2024). Analisis Busana Mahasiswa Muslim: Antara Trend dan Syariat. Madinah: Jurnal Studi Islam, 11(1), 37–56. https://doi.org/10.58518/madinah.v11i1.2427
  6. Arifuddin, A. (2019). Pakaian Muslimah dalam Perspektif Hadis dan Hukum Islam. DIKTUM: Jurnal Syariah Dan Hukum, 17(1), 65–86. https://doi.org/10.35905/diktum.v17i1.664
  7. Armiwulan, H. (2015). Diskriminasi Rasial dan Etnis sebagai Persoalan Hukum dan Hak Asasi Manusia. Masalah-Masalah Hukum, 44(4), 493. https://doi.org/10.14710/mmh.44.4.2015.493-502
  8. Ashri, M. (2028). Hak Asasi Manusia: Filosofi, Teori & Instrumen Dasar. Makasar: CV. Social Politic Genius (SIGn).
  9. Asy’arie, B. F., Mun’im, Z., Ma’ruf, R. A., Susanti, S. S., & Kurniawati, D. (2024). Kedudukan Politik Dalam Membangun Perkembangan Pendidikan Islam. Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan, 16(1), 126–145. https://doi.org/10.47435/al-qalam.v16i1.2947
  10. Baidhawy, Z. (2005). Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural. Jakarta: Erlangga.
  11. Bambang Trisno, Oti Aprillia, Oriza Latifah, Deyaninda Safira, & Tasya Amanda Putri. (2024). Konsep dan Urgensi Demokrasi yang Bersumber dari Pancasila. JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora, 3(2), 195–208. https://doi.org/10.56910/jispendiora.v3i2.1548
  12. Budiardjo, M. (2007). Dasar-Dasat Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  13. Dahlan, M., & Anggoro, S. A. (2021). Hak atas Pekerjaan bagi Penyandang Disabilitas di Sektor Publik: Antara Model Disabilitas Sosial dan Medis. Undang: Jurnal Hukum, 4(1), 1–48. https://doi.org/10.22437/ujh.4.1.1-48
  14. Digdoyo, E. (2018). Kajian Isu Toleransi Beragama, Budaya, dan Tanggung Jawab Sosial Media. Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan, 3(1), 42–59. https://doi.org/10.24269/jpk.v3.n1.2018.pp42-59
  15. Fox, J. (2018). An Introduction to Religion and Politics. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315183787
  16. Hamzah, A. (2022). Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research) Kaajian Filosofis, Teoritis, Aplikasi Proses dan Hasil. Depok: PT Rajagrafindo Persada.
  17. Harris, A. A. I., & Kurniati, K. (2021). Fenomena Hijab Fashion Perspektif Fikih Sosial: Studi Kasus di Kalangan Mahasiswi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Dan Hukum, 2(1), 81–88. https://doi.org/10.24252/shautuna.v2i1.15023
  18. Iskandar, R., & Adji, D. F. (2022). Menutup Aurat Dalam Pandangan Ulama Kontemporer. Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 12(1), 28–40. https://doi.org/10.24014/jiik.v12i1.19479
  19. Ismail. (2020). Manajemen Strategis Sektor Publik. Pasuruan: CV. Penerbit Qiara Media.
  20. Isroji, I., & Najib, A. M. (2022). Peraturan Daerah Bernuansa Syari’ah Di Indramayu Dan Tasikmalaya: Agama, Politik Lokal Dan Ancaman Disintegrasi. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 12(2), 247–272. https://doi.org/10.47200/ulumuddin.v12i2.1210
  21. Jannah, M. (2023). Korelasi antara Wanita, Perhiasan, dan Aurat dalam Al-Qur’an Surah An-Nur Ayat 31 Menurut Prespektif Mufassir Nusantara. ANWARUL: Jurnal Pendidikan Dan Dakwah, 4(1), 42–66. https://doi.org/10.58578/anwarul.v4i1.2158
  22. Junaidi. (2024). Dugaan Larangan Jilbab Paskibraka 2024, MUI Sebut tak Pancasilais. MUI Digital. https://mui.or.id/baca/berita/dugaan-larangan-jilbab-paskibraka-2024-mui-sebut-tak-pancasilais
  23. Katni, K. (2017). Jilbab Dalam Al-Qur’an Dan Al-Hadits Serta Aplikasinnya Pada Pendidikan Islam Perspektif Teori Habitus Pierre Bourdieu. AL-ASASIYYA: Journal Of Basic Education, 1(1). https://doi.org/10.24269/ajbe.v1i1.311
  24. Kenedi, J. (2019). Problematika Hak Asasi Manusia (HAM) dan Pembangunan di Indonesia. Al Imarah: Jurnal Pemerintahan Dan Politik Islam, 3(1), 1–17. https://doi.org/10.29300/imr.v3i1.2139
  25. Kurniawan, S. (2024). Kronologi Larangan Jilbab Paskibraka Berujung Permintaan Maaf BPIP. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20240816083205-20-1133659/kronologi-larangan-jilbab-paskibraka-berujung-permintaan-maaf-bpip
  26. Lapian, L. M. G. (2012). Disiplin hukum yang mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
  27. Luckmann, T., Kaden, T., & Schnettler, B. (2022). The Invisible Religion: The Problem of Religion in Modern Society. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003257875
  28. Masruri, A. (2022). Pandangan Ulama Klasik dan Kontemporer tentang Jilbab. Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam Dan Manajemen Pendidikan Islam, 3(3), 431–447. https://doi.org/10.36671/andragogi.v3i3.238
  29. Mujani, S. (2007). Muslim demokrat: Islam, budaya demokrasi, dan partisipasi politik di Indonesia pasca Orde Baru. Gramedia Pustaka Utama.
  30. Mukhibat, M., Nurhidayati Istiqomah, A., & Hidayah, N. (2023). Pendidikan Moderasi Beragama di Indonesia (Wacana dan Kebijakan). Southeast Asian Journal of Islamic Education Management, 4(1), 73–88. https://doi.org/10.21154/sajiem.v4i1.133
  31. Mulia, S. M. (2011). Muslimah Sejati: Menempuh Jalan Islami Meraih Ridha Ilahi. Bandung: Penerbit Marja.
  32. Nugroho, R. (2023). Public Policy 7: Dinamika Kebijakan Publik, Analisis Kebijakan Publik, Manajemen Politik Kebijakan Publik, Etika Kebijakan Publik. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
  33. Nurhakim, M. S. (2023). Terminologi dan Tafsir Pendidikan Kewajiban Mengenakan Hijab Pada Wanita Dalam Al-Qur’an, Hadist, dan Ijma’. IQ (Ilmu Al-Qur’an): Jurnal Pendidikan Islam, 6(02), 235–256. https://doi.org/10.37542/iq.v6i02.1443
  34. Prasojo, E. (2023). Isu-isu Kontemporer Kebijakan dan Governansi Publik di Indonesia. Jakarta: Prenada Media.
  35. Pratami, A. R. (2024). Polemik Dugaan Larangan Paskibraka 2024 Pakai Jilbab. Detik News. https://news.detik.com/berita/d-7490384/polemik-dugaan-larangan-paskibraka-2024-pakai-jilbab
  36. Purhasanah, S., Sofyan Abdullah, D., Al Ayyubi, I. I., & Rohmatulloh, R. (2023). Kewajiban Menutup Aurat dalam Perspektif Al-Quran. Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 2(1), 53–61. https://doi.org/10.58363/alfahmu.v2i1.31
  37. Puspita Sari, R., & Busyro, B. (2023). Cadar Dalam Konteks Kekinian Perspektif Filsafat Hukum Islam. Borneo : Journal of Islamic Studies, 4(1), 10–21. https://doi.org/10.37567/borneo.v4i1.2006
  38. Qodir, Z. (2010). Islam Liberal: Varian-varian Liberalisme Islam di Indonesia 1991-2002. Yogyakarta: LKiS Pelangi Aksara.
  39. Rahayu, L. S. (2024). Viral Dugaan Larangan Paskibraka 2024 Pakai Jilbab, Ternyata Ini Aturan Barunya. Detik Bali. https://www.detik.com/bali/berita/d-7489694/viral-dugaan-larangan-paskibraka-2024-pakai-jilbab-ternyata-ini-aturan-barunya
  40. Rais, I. M. (2024). Ombudsman RI Kritik Dugaan Larangan Jilbab Anggota Paskibraka 2024. Ombudsman Republik Indonesia: Siaran Pers. https://ombudsman.go.id/pers/pers/r/ombudsman-ri-kritik-dugaan-larangan-jilbab-anggota-paskibraka-2024
  41. Ria, E. P., Risa Amalia, & Danugrah Akbar. (2024). Tinjauan Yuridis Tentang Implementasi Prinsip Pancasila Sebagai Landasan Politik Di Indonesia. Perkara : Jurnal Ilmu Hukum Dan Politik, 2(2), 178–186. https://doi.org/10.51903/perkara.v2i2.1867
  42. Rohmaniyah, N., Rusli, R., Sani, A., & Sholikhin, A. (2023). Jilbab: Ajaran Agama, Budaya dan Peradaban. Cakrawala: Jurnal Studi Islam, 18(1), 49–61. https://doi.org/10.31603/cakrawala.8513
  43. Safri, A. N. (2019). Jilbab Sebagai Simbol Perjuangan Identitas (Studi atas Pemakaian Jilbab di Kalangan Waria D.I. Yogyakarta). Musãwa Jurnal Studi Gender Dan Islam, 18(1), 19–33. https://doi.org/10.14421/musawa.2019.181.19-33
  44. Shaleh, A. I., & Wisnaeni, F. (2019). Hubungan Agama dan Negara Menurut Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 1(2), 237–249. https://doi.org/10.14710/jphi.v1i2.237-249
  45. Shihab, M. Q. (2012). Jilbab, pakaian wanita muslimah: Pandangan ulama masa lalu dan cendikiawan kontemporer. Jakarta: Lentera Hati Group.
  46. Siringoringo, M. P. (2022). Pengaturan dan Penerapan Jaminan Kebebasan Beragama sebagai Hak Asasi Manusia dalam Perspektif UUD 1945 sebagai Hukum Dasar Negara. Nommensen Journal of Legal Opinion, 03(1), 111–124. https://doi.org/10.51622/njlo.v3i1.618
  47. Soebahar, A. H., & Karim, A. (2020). Pola Konflik Keagamaan dan Analisa Peran Stakeholder (Kajian Multisitus di Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso). Akademika, 14(02), 133–148. https://doi.org/10.30736/adk.v14i02.440
  48. Tarigan, R. S. (2024). Reformasi Hukum Tata Negara: Menuju Keadilan dan Keseimbangan. Ruang Berkarya.
  49. Thompson, N. (2020). Anti-discriminatory practice: Equality, diversity and social justice. Bloomsbury Publishing.
  50. Tlonaen, N. M., & Saingo, Y. A. (2023). Peran Ideologi Pancasila Dalam Pembentukan Perilaku Anti Ekstremisme Agama. Jurnal Multidisiplin West Science, 2(12), 1040–1050. https://doi.org/10.58812/jmws.v2i12.810
  51. Widodo, J. (2021). Analisis Kebijakan Publik: Konsep dan Aplikasi Analisis Proses Kebijakan Publik. Malang: Media Nusa Creative (MNC Publishing).
  52. Wijaya, A. (2023). Islam dan Penutup Aurat: Kajian Tafsir Maudhu’i tentang Cadar, Jilbab, dan Burqa. Journal of Society and Development, 3(2), 71–86. https://doi.org/10.57032/jsd.v3i2.202
  53. Zein, M. H. M. (2023). Reformasi Birokrasi: Dunia Birokrasi dan Pemerintahan. Banten: Sada Kurnia Pustaka. https://doi.org/https://doi.org/10.3783/causa.v4i8.3724